Apakah perasaan Anda bahagia – seperti saat jatuh cinta – setelah
menikmati sepotong cokelat?
Bila ya, ini karena cokelat berisi phenylethylamine, suatu bio- amine mirip amphetamine yang memproduksi sensasi euforia mirip orang jatuh cinta!
Biji cokelat (cacao) mengandung beragam zat gizi termasuk protein, lemak (dalam mentega cokelat), karbohidrat, kafeina, tanin, theobramine, serat, potasium, besi, fosfor juga vitamin A dan B. Tidak heran bila cokelat kerap menuai kontroversi mengenai dampaknya bagi kesehatan tubuh. Cokelat dianggap musuh’ bagi mereka yang ingin langsing. Sebaliknya, beberapa penelitian di Barat menunjukkan bahwa cokelat pekat baik untuk kesehatan jantung Anda, karena mengandung senyawa flavonoid.

Yang jelas, hampir semua orang, tua atau muda, suka cokelat. Cokelat memang sangat luwes untuk dijadikan aneka penganan yang lezat: kue kering, permen, cake, aneka hidangan penutup seperti puding, mousse, dan tentu saja es krim.

Tentang Cokelat

Asal – usul Cokelat

Biji cokelat dihasilkan dan pohon kakao (Theobroma cacao), yang diyakini berasal dari Amerka Selatan. Pohon dan bijl cokelat budaya Indian Maya dan Aztec, dihargai sangat tinggi serta dijadikan alat tukar (mata uang). Chocolate juga berasal dan bahasa Indian yang artinya ‘air pahit’. Mereka mencampur air pahit ini dengan madu, beberapa rempah lain dan dijadikan minuman yang nikmat. Oleh bangsa Spanyol, ramuan-ramuan itu diganti dengan gula, vanli serta susu. Dari sinilah minuman cokelat susu meluas ke berbagai negara di Eropa. Dengan berbagai proses pengolahan, akhirnya cokelat berkembang menjadi aneka produk.

Semua produk cokelat berasal dari buah cokelat yang berkulit tebal dan memiliki biji yang diselubungi daging buah yang lembut berwarma putih. Biji cokelat dipisahkan dari daging buahnya dengan cara difermentasi, kemudian dikeringkan di panas matahari. Biji cokelat yang berkualitas baik dibawa ke pabrik untuk dibersihkan lalu disangrai, agar kulitnya mudah dikupas dan aromanya keluar. Proses selanjutnya adalah menghancurkan biji cokelat menjadi butiran butiran kecil, lalu digiling kembali hingga halus. Pada waktu bersamaan suhu dinaikkan agar lemak coklat meleleh, sehingga diperoleh cairan kental yang disebut cocoa liquor. Pada proses inilah mentega coklat (cocoa butter).

Jenis Cokelat

Cokelat Bubuk (cocoa powder), adalah hasil akhir pemisahan cocoa butter dari cocoa liquor. Cokelat Couverture,
dibuat dari cocoa butter, cocoa liquor, dan gula. Couverture berasal dari bahasa Perancis artinya melapisi, cocok digunakan praline, permen, atau hiasan dari cokelat. Ada tiga jenis cokelat couverture, pekat (dark) susu (milk) dan putih (white). Cokelat pekat, rasanya tidak terlalu manis, berwarna cokelat gelap karena tidak mengandung susu. Cokelat susu rasanya lebih manis dari cokelat pekat dan berwama cokelat muda karena mengandung susu dan gula. Sedangkan cokelat putih sebenernya bukan cokelat karena tidak mengandung padatan cokelat (cocoa solid) atau mentega cokelat. Bahan utamanya adalah mentega cokelat (cocoa butter), gula bubuk, dan vanili.

Cokelat Masak

Cokelat masak, dibuat dari campuran cokelat bubuk, minyak sayur, gula, L dan lecithin. Ada juga yang menambahkan susu bubuk dalam proses pembuatannya Cokelat ini dapat digunakan sebagai pengganti cokelat couverture, untuk mencelup atau melapisi buah atau kue. Dalam pemakaiannya cokelat masak cukup ditim pada suhu 40-45°C. Produk cokelat lain seperti Cokelat Keping (chocolate chip) Adalah turunan dani ketiga jenis cokelat tersebut di atas

Menyimpan Cokelat

Cokelat harus disimpan pada suhu kamar sekitar 27 C dan akan awet beberapa bulan bila dikemas baik, serta terlindung dari kelembapan dan panas. Cokelat juga dapat disimpan di dalam leman es atau freezer, hanya saja menimbulkan bercak putih di permukaaan akibat mentega cokelat yang mendorong ke atas. Namun, hal I tidak mengubah cita rasa cokelat, dan bercak putih akan menghilang bila cokelat kembali melunak.

WhatsApp chat Hubungi Kami | 0877-0544-5615